Jumat, 13 April 2012

Manajemen Modal Kerja | ekonomi manajemen



Manajemen Modal Kerja

Modal kerja adalah merupakan investasi perusahaan pada berbagai aktiva jangka pendek. Manajemen modal kerja pada umumnya mencakup proporsi yang lebih besar dari total aset perusahaan. Bab ini akan menitikberatkan pada prinsip dan teknik untuk pengendalian efektif penggunaan modal kerja secara keseluruhan. Dalam pembahasan tentang manajemen kas akan dijelaskan alasan dan teknik manajemen kas yang baik.

I.        Manajemen modal kerja sangat penting karena alasan berikut ini :
A.    Sebagian besar proporsi waktu manajer finansiil adalah dialokasikan untuk manajemen modal kerja.
B.    Lebih dari lima puluh persen dari total aset umumnya diinvestasikan pada aktiva lancar.
C.   Hubungan antara pertumbuhan penjualan dan kebutuhan investasi pada aktiva lancar adalah sangat erat dan langsung. Sebagai contoh, jika rata-rata periode pengumpulan piutang adalah 30 hari dan penjualan kredit per hari Rp4.000.000,- itu berarti investasi pada piutang sebesar Rp120.000.000,-. Jika penjualan kredit meningkat menjadi Rp6.000.000,- per hari maka investasi dalam piutang meningkat menjadi sebesar Rp180.000.000,-.
D.   Untuk perusahaan kecil, manajemen modal kerja menjadi sangat penting.
1.    Investasi pada aktiva tetap dapat dikurangi dengan cara menyewa atau leasing, tetapi investasi aktiva lancar terutama pada piutang dan persediaan tidak dapat dihindarkan.
2.    Karena keterbatasan akses perusahaan kecil dalam pasar modal, maka mereka hanya menyandarkan diri pada utang jangka pendek, sehingga meningkatnya utang jangka pendek menyebabkan modal kerja neto menurun.


II.       Terdapat dua hal dalam kaitannya dengan manajemen modal kerja yang mempengaruhi risiko dan rate of return :
A.    Tingkat investasi aktiva lancar :
1.    Untuk tingkat produksi dan penjualan yang tertentu (given), tingkat aktiva lancar yang tinggi akan mengurangi tingkat risiko tetapi sekaligus juga akan menurunkan return on asset secara keseluruhan.
2.    Penjualan yang diharapkan berpengaruh baik pada aktiva lancar maupun aktiva tetap, tetapi hanya tingkat aktiva lancar saja yang dapat disesuaikan dengan fluktuasi penjualan tersebut dalam jangka pendek.
3.    Alternatif kebijakan aktiva lancar :
A.    Kebijakan yang bersifat konservatif, dengan mempertahankan tingkat aktiva lancar yang tinggi tetapi return on asset akan rendah.
B.    Kebijakan yang bersifat moderat, akan mempertahankan tingkat aktiva lancar rata-rata.
C.   Kebijakan yang bersifat agresif, dengan cara mempertahankan aktiva lancar pada tingkat yang rendah. Penjualan mungkin akan berkurang tetapi return on asset akan meningkat.
B.    Pemenuhan kebutuhan dan untuk modal kerja :
1.    Sejalan dengan peningkatan penjualan, pembiayaan diperlukan untuk memperoleh aktiva baru. Adanya peningkatan penjualan yang terus menerus selama periode tertentu mengakibatkan kenaikan aktiva lancar yang permanen.
2.    Aktiva permanen baik itu aktiva tetap maupun unsur aktiva lancar harus dibiayai dengan sumber dana jangka panjang. Sedangkan fluktuasi aktiva atau kenaikan aktiva yang bersifat temporal, dapat dibiayai dengan sumber dana jangka pendek.
Sedangkan kebutuhan pembiayaan aset yang berfluktuasi atau yang sifatnya temporal dapat dipenuhi dengan sumber dana jangka pendek.
3.    Kebijakan pemenuhan kebutuhan modal kerja sejalan dengan kebijakan aktiva lancar, terdapat tiga pendekatan dalam pemenuhan kebutuhan modal kerja : (a) pendekatan konservatif, (b) pendekatan moderat dan (c) pendekatan agresif. Untuk menganalisa keputusan dalam modal kerja diperlukan pemahaman tentang hubungan antara biaya relatif dan risiko dari pemenuhan kebutuhan dana jangka pendek dan jangka panjang.

Analisis terhadap sumber dan penggunaan modal kerja sangat penting, karena erat hubungannya dengan operasi perusahaan sehari-hari serta menunjukkan tingkat keamanan atau margin of safety para kreditur terutama kreditur jangka pendek
Modal kerja yang cukup memungkinkan perusahaan beroperasi dengan seekonomis mungkin dan perusahaan tidak mengalami kesulitan atau menghadapi bahaya-bahaya yang mungkin timbul karena adanya krisis atau kekacauan keuangan.
Modal kerja yang berlebihan menunjukkan adanya dana yang tidak produktif, akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan, karena adanya kesempatan untuk memperoleh keuntungan telah disia-siakan. Ketidak cukupan maupun mis-management dalam modal, modal kerja merupakan sebab utama kegagalan suatu perusahaan.

Tiga Konsep /Definisi Modal Kerja
1.    Konsep Kuantitatif
Menitikberatkan kepada kuantitas yang diperlukan untuk, mencukupi kebutuhan perusahaan dalam membiayai operasinya yang bersifat rutin, atau menunjukkan jumlah dana (fund) yang tersedia untuk tujuan operasi jangka pendek
Dalam konsep ini menganggap bahwa modal kerja adalah jumlah aktiva lancar (gross working capital)
Konsep ini tidak mementingkan kualitas dari modal kerja
Apakah modal kerja dibiayai dari modal para pemilik, hutang jangka penjang maupun jangka pendek
 Modal kerja yang besar tidak mencerminkan margin of safety pada kreditur jangka pendek yangbesar juga.
Modal kerja yang besar tidak menjamin kelangsungan operasi yang akan datang, serta tidak mencerminkan likuiditas perusahaan yang bersangkutan.
2.    Konsep Kualitas
Konsep ini menitikberatkan pada kualitas modal kerja.
Pengertian modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhadap hutang jangka pendek (net working capital), yaitu jumlah aktiva lancar yang berasal dari pinjaman jangka panjang maupun dari para pemilik perusahaan.
Definisi ini bersifat kualitatif, karena:
Menunjukkan tersedianya aktiva lancar yang lebih besar daripada hutang lancarnya (hutang jangka pendek)
Menunjukkan pula margin of protection atau tingkat keamanan bagi para kreditur jangka pendek,
Menunjukkan jaminan kelangsungan operasi di masa mendatang dan kemampuan perusahaan untuk memperoleh tambahan pinjaman jangka pendek dengan jaminan aktiva lancarnya

Perbedaan konsep modal kerja kuantitatif dan kualitatif

Secara kualitatif modal kerja tahun 2006 lebih baik.
3.    Konsep Fungsional
Konsep ini menitikberatkan fungsi dari dana yang dimiliki dalam rangka menghasilkan pendapatan (laba) dari usaha pokok perusahaan.
Pada dasarnya seluruh dana perusahaan akan digunakan untuk menghasilkan laba sesuai dengan usaha pokok perusahaan tetapi tidak semua dana digunakan untukmenghasilkan laba periode ini (current income). Sebagian dana akan digunakan untuk menghasilkan laba di masa yang akan datang, misalnya bangunan, mesin, pabrik, alat kantor dan aktiva tetap lainnya.
Dari aktiva tetap tersebut yang menjadi bagian dari modal kerja tahun ini : sebesar penyusutan (depresiasi) aktiva-aktiva tersebut untuk tahun ini.
Tidak seluruh aktiva lancar merupakan unsur modal kerja.
Misalnya Piutang dagang yang timbul dari penjualan barang secara kredit.
Dalam piutang tersebut terdiri dari dua nusur, yaitu harga pokok barabg yang dijual dan laba penjualan barang tersebut.
Harga pokok dari barang yang dijual merupakan unsur modal kerja
Keuntungan merupakan modal kerja yang potensiil

Pentingnya modal kerja
-       Melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai dari aktiva lancar
-       Memungkinkan untuk dapat membayar semua kewajiban-kewajiban tepat pada waktunya.
-       Menjamin dimilikinya kredit standing perusahaan semakin besar dan memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat menghadapi bahaya-bahaya atau kesulitan keuangan yang mungkin terjadi
-       Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani pada konsumennya
-       Memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih menguntungkan kepada para langgannya
-       Memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang ataupun jasa yang dibutuhkan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kebutuhan modal kerja
1.   Periode perputaran/terikatnya modal kerja
Jangka waktu modal kerja dimulai sejak uang kas ditanamkan dalam komponen-komponen modal kerja sampai dana tersebut kembali jadi uang kas, meliputi:
-       Jangka waktu kredit pembelian bahan mentah dan bahan pembantu
-       Lamanya bahan mentah disimpan di gudang
Tingkat perputaran persediaan: Semakin tinggi semakin rendah modal kerja
-       Lamanya proses produksi
-       Lamanya barang jadi disimpan di gudang
-       Jangka waktu penerimaan piutang (jika penjualan secara kredit = Tingkat perputaran piutang)


2. Besarnya pengeluaran kas rata-rata setiap harinya
Untuk keperluan:
-       Pembelian bahan mentah, bahan pembantu
-       Pembayaran upah buruh, gaji pimpinan, biaya administrasi
-       Biaya lain-lain
Contoh :
Perusahaan ABC memproduksi poduk X setiap harinya sebanyak 20 unit. Dalam satu bulan perusahaan bekerja selama 25 hari. Unsur-unsur biaya yang dibebankan untuk setiap unit produk tersebut adalah sebagai berikut:
Bahan mentah A seharga    $100.00
Bahan mentah B seharga    $  25.00
Tenaga kerja langsung        $  35.00
Biaya administrasi setiap bulannya sebesar $ 12,500.00
Gaji pimpinan setiap bulannya                      $ 25,000.00
Untuk membeli bahan mentah A, perusahaan memberikan uang muka kepada suplier bahan mentah tersebut rata-rata 5 hari sebelum bahan mentah diterima
Waktu yang diperlukan untuk membuat barang tersebut adalah 3 hari dan selanjutnya atas pertimbangan kualitas barang masih harus disimpan dulu selama 2 hari
Penjualan produk dilakukan secara kredit dengan syarat pembayaran 5 hari sesudah barang diambil. Untuk menghadapi pengeluaran-pengeluaran yang tidak terduga, pimpinan perusahaan menetapkan adanya persediaan kas minimum sebesar $25,000.00
Berapa besarnya modal kerja yang diperlukan oleh perusahaan tersebut untuk dapat membiayai operasinya secara kontinue?
Jawab :
Periode perputaran modal kerja


Besarnya pengeluaran kas rata-rata per hari

Bagian Pokok Modal Kerja
  1. Bagian yang tetap atau bagian yang permanen, yaitu jumlah minimum yang harus tersedia agar perusahaan dapat berjalan dengan lancar tanpa kesulitan keuangan.

  1. Jumlah modal kerja yang variabel yang jumlahnya tergantung pada aktivitas musiman dan kebutuhan-kebutuhan di luar aktivitas yang biasa

Sumber Modal Kerja
Kebutuhan modal kerja permanen seharusnya/sebaiknya dibiayai oleh pemilik perusahaan atau para pemegang saham. Semakin besar jumlah modal kerja yang dibiayai atau yang berasal dari investasi pemilik perusahaan akan semakin baik bagi perusahaan tersebut karena akan semakin besar jaminan bagi kreditor jangka pendek
Dapat pula dibiayai dari penjualan obligasi atau jenis hutang jangka panjang lainnya, perusahaan harus mempertimbangkan jatuh tempo dari hutang jangka panjang ini, dan beban bunga yang harus dibayar oleh perusahaan. Sumber – sumber tersebut adalah :
1.    Hasil operasi perusahaan
Adalah jumlah net income yang nampak dalam laporan perhitungan laba rugi ditambah dengan depresiasi dan amortisasi
2.    Keuntungan dari penjualan surat-surat berharga (investasi jangka pendek)
3.    Penjualan aktiva tidak lancar
4.    Penjualan saham atau obligasi
Kebijakan Modal Kerja

Ada dua pertanyaan mendasar dari kebijakan modal kerja
Berapa seharusnya jumlah aktiva lancar, baik jumlah total, maupun jumlah setiap pos aktiva lancar,
Bagaimana jumlah aktiva lancar tersebut dipenuhi pembiayaannya?

Pendekatan kebijakan modal kerja

1.    Moderate approach
Pembiayaan investasi aktiva tetap dan aktiva lancar permanen dengan sumber daya jangka panjang (utang jangka panjang dan modal sendiri), dan semua aktiva lancar temporer (musiman) dibiayai dengan utang jangka pendek

Total aktiva (Rp)
 



Utang Jangka pendek
 
                                                                                                           
                      Aktiva lancar               Total aktiva
                            yang berfluktuasi                                           
                                                                                         

                            Aktiva lancar                                          Utang jangka

Aktiva Tetap
 
                                                                                          Panjang
                           
                                                   
                                                    Waktu

2.    Conservative approach
Pembiayaan investasi aktiva tetap dan aktiva lancar permanen serta sebagian aktiva lancar temporer (musiman) dengan sumber dana jangka panjang, sedangkan sebagian aktiva lancar temporer dengan utang jangka pendek








Total aktiva (Rp)
 




Utang jangka pendek
 
                                                                                                         
                      Aktiva lancar               Total aktiva
                            yang berfluktuasi                                              
                                                                                         

                            Aktiva lancar                                          Utang jangka
                                                                                          Panjang

Aktiva tetap
 
                           
                                                   
                                                    Waktu

3.    Aggressive approach
Membiayai investasi aktiva tetap dan sebagian aktiva lancar permanen serta semua aktiva lancar temporer (musiman) dengan utang jangka pendek


Total aktiva (Rp)
 



Utang Jangka pendek
 
                                                                                                           
                      Aktiva lancar               Total aktiva
                            yang berfluktuasi                                           
                                                                                         


                            Aktiva lancar                                          Utang jangka

Aktiva Tetap
 
                                                                                          Panjang
                           
                                                   
                                                    Waktu







PT Bimoli Indonesia memerlukan jumlah dana dalam tahun yang akan datang sebagai berikut:


Ditanyakan:
1.   Kebutuhan dana rata-rata selama satu tahun
2.  Total biaya pembelanjaan untuk pendekatan agresif, konservatif, dan moderat (trade-off antara keduanya) jika ongkos pembelanjaan jangka pendek 8% dan ongkos pembelanjaan jangka panjang 15%
Jawab :
1.   Berdasarkan rencana kebutuhan dana tersebut dapat diketahui bahwa jumlah kebutuhan dana permanen setiap bulan adalah sebesar Rp 8.000.000,00. (jumlah minimum). Dengan demikian pola kebutuhan dana dapat disusun menjadi:
Kebutuhan dana musiman rata-rata = 23.000.000 / 12  = Rp 1.916.666





 



















 




0 komentar:

Poskan Komentar